Bandar Cukrik Maut Surabaya dan Mojokerto Diringkus

Bandar Cukrik Maut Surabaya dan Mojokerto Diringkus

Reynita Carlina - detikNews
Jumat, 10 Jan 2014 18:53 WIB
Bandar Cukrik Maut Surabaya dan Mojokerto Diringkus
Polisi rilis penjual dan pengecer cukrik di Surabaya/Reynita Carlina
Surabaya - Setelah melakukan pemeriksaan selama dua hari, Polsek Gayungan akhirnya menetapkan dua tersangka baru kasus cukrik maut yang menewaskan empat warga Menanggal beberapa hari lalu.

Keduanya, yakni Atem Sutrisno (41) warga Kebraon Tegal dan Juyani (38) warga Mojokerto. Sehari sebelumnya, Polsek Gayungan menetapkan Khayati (40) yang menjual cukrik kepada para korban. Khayati merupakan pengecer yang biasa menjual cukrik di warungnya di kawasan Pagesangan.

"Jadi, sampai saat ini sudah kami tetapkan tiga tersangka," kata Kapolsek Gayungan, Kompol Herlina saat menggelar rilis di Mapolsek Gayungan, Jumat (10/1/2014).

Atem Sutrisno bertugas menyuplai cukrik ke warung Khayati. Minuman haram itu sendiri didapat Atem dari Juyani. Herlina menyebut kedua tersangka baru ini merupakan kawan lama yang sebelumnya pernah membuat vodka bersama.

"Mereka ini kawan lama, dulu pernah buat dan jualan vodka sekitar tahun 2006, tapi saat itu masih diberi tipiring oleh Polres Surabaya Selatan," imbuh Herlina.

Selama ini, Juyani membeli cukrik dari bandar besar di Tuban. Setiap transaksinya, Juyani menjual hingga 20 kardus ke Atem. Pelanggan Juyani sendiri paling besar berasal dari Surabaya.

"Dijual per kardusnya Rp 270 ribu ke Atem. Saya ambil dari bos saya Rp 230 ribu," ungkap Juyani saat ditanya wartawan.

Dari tangan tersangka Juyani, Polisi mendapatkan barang bukti yakni, 91 botol air mineral besar isi cukrik, 48 botol mansion, 36 botol paloma, 4 plastik 1,5 L isi cukrik, 720 botol air mineral kosong, 364 buah tutup botol air mineral, dan 43 dus kosong.

"Kemungkinan tersangka lain yang lebih besar masih kami kembangkan," tandas Herlina.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini