Evi, gadis asal Klungkung Bali ini menyebut pelepah pohon kelapa dengan istilah tapis. Nah, Evi memilih memanfaatkan serat tapis yang merupakan kulit ari dari batang pohon kelapa yang letaknya berada di atas atau dekat dengan buah kelapa. Saat gugur, serat ini biasanya hanya menjadi sampah.
"Serat tapis yang dikumpulkan ada 3 macam yaitu serat muda, semi kering, dan serat kering," kata Evi saat ditemui di Gedung Seminar Room International Village Kampus Tenggilis Universitas Surabaya, Selasa (7/1/2014).
Menurut Evi, tiga jenis serat itulah yang paling mudah diaplikasikan menjadi produk. "Juga tidak menyebabkan gatal di tangan," kata dia.
Ya, Evi dalam prosesnya pun harus membersihkan serat dengan menggunakan detergen dan dijemur di bawah sinar matahari. Warna-warna serat tapis ini akan berubah mirip nuansa etnik. Setelah menjadi bentuk lembaran, barulah tapis dibentuk sesuai pola desain.
Untuk merekatkan serat satu dengan yang lainnya, Evi menggunakan lem PVC dan lem sintetik kuning. Evi juga menggunakan dongkrak mobil untuk press serat supaya tebal dan kaku.
Evi mendesain tapis menjadi barang barang etnik seperti tempat tisu, tempat pensil, lampu meja, tempat koran dan berbagai tempat serbaguna. Evi pun memberikan sentuhan mengkilau dengan cat clear.
(/)










































