"Makin sering terdengar. Terutama kalau malam hari, suara gemuruhnya sangat keras. Kadang sampai menggetarkan kaca," kata Samadin, warga Desa Tegaljati, Kecamatan Sumber Wringin, saat ditemui detikcom, Selasa (7/1/2014).
Hal senada juga dibenarkan Amir Mahmud, warga Dusun Tol-tol, Desa Rejoagung. Menurutnya, jika cuaca lagi cerah, semburan asam hitam pekat dapat terlihat dengan jelas. "Kadang debunya terasa di mata," tuturnya.
Sementara Camat Sumber Wringin, Asnawi Sabil, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan dari warga di beberapa desa terkait dengan kerapnya suara gemuruh yang berasal dari Gunung Raug tersebut.
"Kami sudah beri pemahaman pada warga desa agar tak perlu panik, sembari menunggu langkah selanjutnya dari pihak terkait jika kondisinya memang darurat," terang Asnawi Sabil.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menetapkan status Gunung Raung, Bondowoso, dari normal menjadi waspada, terhitung sejak Minggu (5/1/2014) sore.
Hal itu menyusul terjadinya peningkatan aktifitas sejak seminggu terakhir. Berdasarkan data yang tercatat di PVMBG, dalam seminggu terakhir aktivitas vulkanik gunung berketinggian 3.332 mdpl tersebut terjadi peningkatan. Selain itu, gunung itu juga mengeluarkan asap kehitam- hitaman.
Sedikitnya ada empat kecamatan dan puluhan desa di Kabupaten Bondowoso yang bakal terdampak jika terjadi aktivitas Gunung Raung terjadi peningkatan.Yakni, Tlogosari, Sukosari, Sumberwringin, dan Sempol.
Saat detikcom di lokasi pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB, sempat terdengar 6 kali suara gemuruh. Setiap gemuruh berlangsung sekitar 5 detik.
(bdh/bdh)











































