"Kepalanya legok (penyok) tapi tidak ada darahnya. Ia juga tidak nangis karena waktu kejatuhan sedang tidur. Dia meninggal di rumah sakit," cerita Sudi (43), kakek korban di rumahnya, Dusun Krajan Kidul, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Pasuruan, Jumat (3/1/2014).
Sudi menceritakan, musibah tersebut terjadi pada Kamis (2/1/2013) siang di Jalan Raya Puspo, Dusun Krajan Kulom, Desa/Kecamatan Puspo. Saat itu ibu korban, Oktaviani, hendak membelikan popok untuk anak pertamanya itu. Ia pun mengajak adiknya, Saiful (15) serta sepupunya, Maulia Agustin. Mereka mengendarai satu motor.
Saat itu, Saiful berada di depan menyetir motor, sedangkan di tengah sepupunya Maulia yang menggendong korban. Sementara itu, Oktaviani duduk paling belakang. Di tengah perjalanan, tepat di lokasi, tiba-tiba buah kelapa jatuh dari pohon dan jatuh tepat mengenai kepala Satrio sebelah kiri.
Satrio lalu dibawa ke Puskesmas Puspo kemudian ke RSUD dr. Soedarsono. Namun, Satrio meninggal dunia saat dirawat sekitar pukul 15.00 WIB. Jenazah Satrio langsung dimakamkan.
Sementara itu, kedua orangtua korban masih terpukul akibat peristiwa yang menimpa anak pertama mereka. Keduanya hanya diam dan berada di ruang tengah saat ditemui di rumahnya.
Kapolsek Puspo, AKP Syaiful Bahri, membenarkan kejadian tersebut, namun pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari pihak keluarga korban. "Mungkin mereka menganggap ini sebuah musibah, " kata Syaiful Bahri saat dikonfirmasi.
(iwd/iwd)











































