CFD yang sudah digelar di kawasan Raya Darmo, Jalan Tunjungan dan Jalan Kertajaya efektif mereduksi kadar karbon dioksida (CO2) di udara.
Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Novi Dirmansyah, mengatakan CFD di 3 lokasi tersebut cukup efektif.
Novi menyebutkan, CFD yang digelar masing-masing 3 jam itu dalam setahun bisa mereduksi kadar CO2 sebanyak 27.017,113 kg di Jalan Raya Darmo, 30.464,101 kg di Jalan Tunjungan dan 91.340,481 kg di Jalan Kertajaya.
"Ada pengurangan emisi udara di tiga lokasi, Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan dan Jalan Kertajaya, kadar karbon dioksida berkurang," kata Novi, Jumat (3/1/2014).
Untuk itu, kata dia, pihaknya optimis menambah rute CFD. Tujuannya tak lain mengarahkan masyarakat bersama-sama menjaga udara di Surabaya layak dan sehat dihirup. Juga sesuai dengan Peraturan Walikota Surabaya No 74 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
Penambahan rute CFD ada di dua lokasi, yakni Jemur Andayani dan Kembang Jepun. Di Jalan Jemur Andayani, CFD dimulai dari persimpangan Jalan Jemur Andayani-Jalan Kendangsari hingga persimpangan Jalan Jemur Andayani-Jalan Jemursari sejauh 0,98 km. Di lokasi ini CFD akan digelar setiap hari minggu ke-1 setiap bulan.
Sementara di Jalan Kembang Jepun, lokasi CFD dimulai setiap hari minggu kedua setiap bulannya. Mulai dari persimpangan Jalan Kembang Jepun-Jalan Kalimati Kulon hingga persimpangan Jalan Kembang Jepun-Jalan Dukuh. Penambahan CFD akan diimplementasikan pada Januari 2014.
(nrm/fat)











































