Menurut dia, ke-8 atensi itu diantaranya kasus kerusuhan, bencana alam hingga pilpres. "Salah satu yang menjadi atensi adalah kasus kerusuhan Sampang yang hingga kini belum usai agar tidak terulang. Untuk antisipasi 100 personel Brimob masih kita siagakan di sana," katanya, Kamis (2/1/2014).
Selain Sampang, Unggung juga mengatensi proses ganti rugi korban lumpur Lapindo yang juga belum tuntas. "Madiun juga menjadi atensi yakni perkelahian antar perguruan silat yang kerap terjadi meski kemarin tidak terjadi karena saya datangi satu persatu untuk memberikan pengertian," imbuhnya.
Kelebihan penghuni Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur juga menjadi salah satu yang menjadi atensi mantan Kakor Brimob mabes Polri ini.
Ia menyebut dari 36 lapas dan rutan di Jawa Timur, 27 diantaranya mengalami over kapasitas. "Kita sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkum HAM Jatim agar tidak terjadi kerusuhan didalam rutan maupun lapas," lanjut dia.
Selain itu, kejahatan konvensional serta tindak pidana korupsi juga mendapat atensi Unggung pada 2014 termasuk pengamanan pemilu maupun kegiatan masyarakat seperti unjuk rasa.
(ze/fat)











































