Nur Kholis dikira warga sebagai maling sepeda motor, saat berusaha kabur usai menabrak traffic cone di jalan raya pantura depan wisata Pasir Putih. Beruntung sebelum kondisinya lebih parah, Nur Kholis berhasil diamankan petugas gabungan dari TNI dan Polri.
Untuk menghindari amuk warga susulan, Nur Kholis yang mulai mengeluarkan darah dari bibirnya langsung digiring ke Pos Lantas Pasir Putih untuk dimintai keterangan.
"Dia dikira maling motor atau jambrat, karena berusaha lari dengan sepeda motornya sampai menabrak beberapa orang di depannya. Saya juga nyaris ditabrak, untung melompat," kata Kapolsek Bungatan AKP Karyoto kepada detikcom.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, insiden bermula saat Nur Kholis berwisata ke pantai Pasir Putih mengendarai sepeda motor Honda Reevo P-6704-DO. Saat itu dia sendirian karena baru berpencar dengan teman-temannya. Saat melintas di depan lokasi wisata, Nur Kholis konon tidak sengaja menabrak traffic cone yang dipasang di tengah jalan raya.
Khawatir kena tilang, dia pun langsung tancap gas di tengah keramaian pengunjung. Bahkan, Nur Kholis nekat masuk ke lokasi wisata sambil terus memacu sepeda motornya. Konon ada tiga pengunjung yang sempat ditabrak dan diserempetnya.
Petugas dan pengunjung lain yang curiga dia maling motor pun langsung berlarian mengejarnya. Nur Kholis akhirnya tertangkap di tengah keramaian wisatawan dekat pantai dan langsung dihajar.
"Sumpah saya bukan maling atau jambret. Saya lari karena takut kena tilang setelah menabrak tanda pembatas jalan warna orange itu," tukas Nur Kholis sembari menunjukkan STNK sepeda motornya.
Meski begitu, polisi emoh langsung percaya begitu saja. Anggota dari Satuan Reskrim yang sedang bertugas jaga di lokasi wisata Pasir Putih diturunkan untuk memintai keterangan Nur Kholis.
"Pengakuannya begitu. Tapi kami tidak bisa langsung percaya begitu saja. Kalau hanya menabrak traffic cone kok sampai panik begitu. Makanya dimintai keterangan dulu," pungkas AKP Karyoto.
(fat/fat)











































