Sunyoto mengalami luka di sekitar kepala dan patah tulang di pundaj serta kaki. Demikian juga dengan istri dan kedua anaknya juga mengalami patah tulang. Mereka kini tengah menjalani perawatan di RSD dr Subandi Jember.
"Motor korban melaju dari arah utara, sedangkan bus dari arah selatan. Selain menabrak motor, bus juga menabrak mobil Toyota Avanza, dan baru berhenti setelah menabrak pagar sekolah madrasah ibtidaiyah," kata petugas Satlantas Polres Jember Aiptu Argono di lokasi kejadian, Rabu (1/1/2014).
Menurut Argono, peristiwa bermula ketika Bus Borobudur bernopol N 7101 UG yang dikemudikan Syafaat, melaju dari arah Selatan dengan kecepatan sedang. Entah kenapa, laju bus tiba-tiba oleng, bahkan sampai menyeberang ke jalur kanan.
"Kita belum tahu apakah sopirnya ngantuk atau karena penyebab lain. Yang jelas menurut saksi mata, bus dari arah selatan itu tiba-tiba saja oleng ke kanan," kata Argono.
Bus yang oleng kemudian menabrak mobil Toyota Avanza bernopol B 1035 SI yang dikemudikan M. Faruk. "Tapi mobil avanza cuma kena belakangnya. Yang cukup parah adalah motor yang dikendarai Sunyoto, yang berboncengan dengan istri dan dua anaknya. Motor yang melaju di belakang Avanza itu, langsung tertabrak bus," kata Argono.
Sunyoto, istri dan dua anaknya, terlempar dan jatuh ke aspal jalan. Mereka pun mengalami patah tulang dan luka serius di kepala. Sedangkan Bus Borobudur setelah menabrak motor, baru berhenti setelah menabrak pagar sekolah yang berada di seberang jalan.
Oleh petugas dan warga sekitar, Sunyoto bersama keluarganya langsung dilarikan ke Puskemas Mangli, yang lokasinya memang tidak begitu jauh dari lokasi kajadian. Setelah mendapat pertolongan awal, mereka akhirnya dirujuk ke RSD dr Subandi.
“Karena lukanya sangat parah, keempatnya kita rujuk ke rumah sakit Subandi,” ujar kepala puskesmas Mangli dr Dian Retno.
Sementara pantauan detikcom, saat ini bodi bus sudah dibawa ke unit laka Lantas Polres Jember. Demikian juga sopir bus juga tengah dimintai keterangan. “Motor milik korban dan mobil avanza juga kita amankan sebagai barang bukti,” pungkas Argono.
(fat/fat)











































