Ngaku Wartawan, Pria Asal Bojonegoro Terjaring Razia di Hotel

Ngaku Wartawan, Pria Asal Bojonegoro Terjaring Razia di Hotel

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 31 Des 2013 08:25 WIB
Ngaku Wartawan, Pria Asal Bojonegoro Terjaring Razia di Hotel
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Seorang pria asal Bojonegoro yang mengaku sebagai wartawan terjaring razia menjelang perayaan tahun baru di Situbondo. Pria berinisial SK (33) tertangkap tangan petugas gabungan saat check in bersama seorang wanita di Hotel Ramayana di Jalan Ijen.

Meski diakui sebagai tunangannya, petugas tetap menggiring pasangan ini ke kantor Satpol PP Situbondo. Ulah SK ini sempat membuat sebagian petugas geram. Dia sempat menolak digiring dengan alasan tahu aturan dan sebagainya.

Namun, petugas gabuangan dari Satpol PP, Sub Denpom dan Kodim 0823 Situbondo emoh menggubris dan langsung dinaikkan ke mobil petugas. Wartawan yang meliput kegiatan razia ini juga dibuat meradang dengan sikap SK. Saat digiring masuk ke kantor Satpol PP dia sempat menghalangi kamera wartawan untuk memotret.

"Sejak dari tadi dia memang sok begitu. Ngakunya dari pers, tapi kita tidak peduli. Setiap yang melanggar aturan ya kita tindak. Razia gabungan ini kita lakukan menjelang tutup tahun 2013," kata Kepala Satpol PP Situbondo, Agung Wintoro, Selasa (31/12/2013).

Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, selain si pria yang mengaku wartawan, razia tadi malam yang melibatkan petugas gabungan juga menjaring tiga pasangan tanpa surat nikah. Mereka dipergoki petugas dari sejumlah hotel kelas melati di Situbondo.

Berbagai alasan sempat dilontarkan pasangan mesum untuk menghindari petugas. Mulai dari sekedar istirahat, bertunangan, baru ceck in dan belum berbuat apa-apa.

Namun petugas tidak mau terkecoh dan langsung menanyakan surat bukti nikah. Saat itulah mereka hanya geleng-geleng kepala. Mereka langsung dibawa ke kantor Satpol PP Situbondo. Selama di tempat itu semua pasangan yang terjaring razia langsung didata dan diberi pembinaan. Mereka juga diminta menuliskan surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Semalam mereka kami inapkan di kantor untuk memberi efek jera. Baru pagi ini akan dipulangkan," tandas Agung Wintoro.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini