Mereka dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena mengalami luka serius di bagian kepala dan patah tulang. Korban yaitu Abdul Munif (5), Minah (55), dan Siti Rochmah (17). Sedangkan Rhouf (1) baru dirujuk dari RS Husada Probolinggo.
Dari pantauan detikcom di IGD RSSA, Abdul Munif, Rhouf dan Minah masih tergolek di ruang perawatan. Minah tampak mengalami trauma berat hingga terus histeris selama perawatan.
"Diagnosa awal semuanya alami cedera serius di bagian kepala dan juga patah tulang pada kaki serta kepala," ucap Rida petugas IGD RSSA Malang kepada detikcom, Minggu (28/12/2013).
Sementara Umi Kulsum, istri Kades Curah Tulis mendampingi para korban saat dirujuk, mengatakan, orang tua Rhouf dan Munif sudah meninggal dunia dan dimakamkan pagi tadi.
"Ibu Rhouf, Luluk Mukaromah sudah meninggal, begitu juga ibunya Munif, Kasila," ujarnya ditemui detikcom di ruang tunggu IGD RSSA Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Ia mengaku, menemukan Rhouf dan Munif di Rumah Sakit Tongas. Keduanya menangis hingga membuat dirinya iba. "Kemudian kami rujuk kesini (RSSA,red), dengan ambulance yang berbeda," akunya.
Sepengetahuan dirinya, keempat korban ini membutuhkan CT Scan, untuk mengetahui cedera di bagian kepala. Karena alat CT scan dimiliki RSUD Tongas rusak. Mereka kemudian dibawa ke RSSA Malang. "Untuk CT Scan, karena di rumah sakit di sana rusak," tuturnya.
Ia menambahkan, tim medis mengkhawatirkan adanya pendarahan otak berlebihan, sehingga akan berbahaya bagi para korban. "Takutnya dokter tadi, ada pendarahan otak dan risiko bagi korban," imbuh dia.
Hingga pukul 13.00 WIB, Umi Kulsum bersama sejumlah kerabat para korban masih menunggu proses perawatan. (fat/fat)











































