"Truk itu anjlok dan sama sekali tak bisa bergerak di tengah lajur," kata Aiptu Soleh saat dihubungi detikcom, Jumat (27/12/2013).
Petugas PJR Tol Jatim 2 itu mengatakan, truk bernopol M 8094 UP itu tiba-tiba berhenti saat roda belakangnya copot. Truk itu berhenti sebelum tanjakan jembatan. Posisi truk yang agak melintang membuat hanya satu lajur yang bisa dilewati.
"Kalau berhenti di lajur biasa, kami bisa arahkan kendaraan lain lewat bahu jalan. Karena lokasinya hendak menuju tanjakan jembatan, maka tidak ada bahu jalan," lanjut Soleh.
Karena hanya satu lajur yang bisa dilewati, maka arus lalin dengan segera menjadi padat untuk sebentar kemudian menjadi macet. Kemacetan bahkan mengeko hingga 4 km.
"Macet sampai 4 km atau hingga di gerbang Waru," ujar Soleh.
Truk bermuatan aluminium itu mogok pukul 09.06 WIB dan akhirnya dapat dipinggirkan pukul 10.55 WIB. Tetapi dampaknya masih terasa hingga pukul 12.15 WIB.
"Arus masih merambat akibat kemacetan tadi," tandas Soleh.
(iwd/iwd)










































