"Yang perlu diantisipasi rawan longsor ada di daerah selatan seperti Kabupaten Malang, Lumajang, Banyuwangi, Jember, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Tulungagung, Batu, Pasuruan, Probolinggo, dan di kawasan bantaran sungai," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Sudarmawan, saat dihubungi detikcom, Senin (23/12/2013).
Sudarmawan mengatakan, BPBD Provinsi Jatim hingga BPBD di setiap kabupaten dan kota sudah membuka posko siaga bencana sejak pertengahan November lalu. Selain itu, juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PU Pengairan provinsi dan kabupaten/kota, Bina Marga provinsi maupun daerah tingkat II.
Mantan Sekdakab Bangkalan ini menambahkan, pihaknya telah menyebar alat monitoring pergerakan tanah (extensometer) di desa atau kecamatan yang rawan longsor.
"Kami memasang extensometer di setiap kecamatan atau yang ada wilayah rawan longsor. Juga ada yang dipasang di desa," terangnya sambil menambahkan, dirinya tidak hafal berapa jumlah extensometer yang disebar di desa dan kecamatan di Jatim.
Pada musim hujan tahun ini, baru tercatat longsor terjadi di Tosari jalur menuju wisata Gunung Bromo pada beberapa waktu lalu. Serta di bantaran sungai di wilayah Bojonegoro.
"Selama musim hujan ini, yang perlu diwaspadai tidak hanya longsor, tapi juga banjir. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi bisa menanyakan ke posko banjir atau tanah longsor di provinsi, kabupaten dan kota. Kami akan bersama-sama menangani banjir dan tanah longsor," tandasnya. (roi/fat)











































