Permukaan jembatan itu jebol setelah dihantam banjir mendadak akibat hujan deras di wilayah hulu. Saat bersamaan, permukaan jembatan itu dilintasi kendaraan besar hingga langsung ambrol.
Akibat ambrolnya jembatan alternatif itu, praktis jalur pantura langsung lumpuh. Antrean kendaraan dari arah Surabaya dan Banyuwangi memanjang hingga sekitar 7 km. Untuk mengurangi kemacetan, olisi terus mengalihkan kendaraan yang hendak melintas dengan melewati jalan alternatif.
"Kendaraan dua arah dialihkan lewat jalan alternatif. Tapi untuk kendaraan besar tidak bisa, tetap harus menunggu," kata Ipda Sutanto, petugas Satlantas Polres Situbondo.
Pantauan detikcom menyebutkan, jembatan ambrol sebelumnya digunakan sebagai jembatan alternatif dilintasi kendaraan. Sebab jembatan utama masih dalam pengerjaan perbaikan. Jembatan alternatif itu jebol sekitar pukul 14.00 Wib, akibat hantaman banjir dari hulu sungai.
Hingga pukul 16.30 Wib sore, jembatan ambrol ditutup untuk kendaraan roda empat. Hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas. Saat bersamaan, permukaan jembatan utama kini terus dikebut untuk diratakan agar bisa dilewati kendaraan.
"Tadi airnya deras dari hulu sungai. Pas ada bus tadi lewat permukaannya jembatan langsung ambrol. Sudah dilarang, tapi sopirnya ngotot. Untung ban belakangnya yang sempat ambles tapi bisa jalan lagi," tutur Hendrik, seorang pekerja proyek jembatan.
(fat/fat)











































