"Kalau ciri-cirinya memang mengarah ke korban yang melompat ke sungai itu. Pakaian yang dikenakan sama persis, yakni kaos switer warna gelap. Tapi kepastiannya masih akan diidentifikasi," kata Kepala Kantor BPBD Situbondo, Zainul Arifin.
Kabar penemuan mayat wanita muda itu langsung menyebar. Ratusan warga dengan cepat berkerumun di Pelabuhan Kalbut, Situbondo, menunggu evakuasi mayat oleh tim SAR. Kerabat Mega Irianti juga tak ingin melewatkan kesempatan dan ikut berdatangan.
Meski belum ada kepastian identitas mayat, beberapa kerabat korban langsung histeris dan jatuh pingsan saat perahu karet milik tim SAR yang membawa jenazah merapat ke dermaga pelabuhan.
"Aduh, jeriya mayyitte detenglah. Beremma mak pas mate ongguh ye. (Aduh, itu mayat sudah datang. Bagaimana kok benar-benar mati ya, red)," teriak seorang wanita sebelum pingsan.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, mayat wanita muda diduga Mega Irianti (20), warga Desa Kilensari Kecamatan Panarukan, itu ditemukan nelayan mengapung di laut, dini hari tadi.
Khawatir kembali menghilang, si nelayan mengikat mayat itu ke rumpon. Proses evakuasi mayat dilakukan menggunakan perahu karet oleh tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Tagana Dinsos Situbondo.
"Jenazah langsung kita bawa ke RSU Situbondo untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan medis," tukas Kapolsek Panarukan AKP Supadi di pelabuhan Kalbut.
Sebelumnya, seorang janda muda di Situbondo tiba-tiba saja melompat ke Sungai Sampeyan, Situbondo. Tubuh Mega Irianti (20) langsung hanyut dan menghilang ditelan derasnya arus sungai. Pacarnya, Rendi (21), hanya bisa terbengong melihat itu. Rendi sendiri tak menyangka jika Mega nekat melakukan itu. Padahal mereka baru saja berbincang di tepian sungai. Sebelum melompat, Mega sempat menitipkan HP nya ke Rendi.
(fat/fat)










































