Menurut Kepala Desa Lolawang Muhammad Toha, tadi pagi warga sekitar hutan Desa Seloliman menemukan korban tewas di dalam hutan. Warga yang menemukan korban langsung melapor ke Mapolsek Trawas.
Polisi yang datang ke lokasi tidak hanya menemukan mayat korban, namun juga menemukan sebilah badik dan sebilah celurit yang berlumuran darah. Sebelum tewas korban diduga terlibat perkelahian dengan Hamzah yang juga teman kerja korban.
Masih menurut Toha, kejadian naas yang melibatkan kedua warganya itu terjadi kemarin siang. Korban sudah ada janji dengan Hamzah bertemu di hutan Desa Seloliman, Trawas. Saat itu, korban datang ke lokasi diantar oleh temannya, Sutomo. Sementara Hamzah sudah menunggu di lokasi.
Setelah itu, keduanya terlibat perkelahian dengan menggunakan senjata tajam yang sudah mereka bawa sebelumnya. Sementara Sutomo langsung pulang setelah mengantarkan korban. "Keduanya sudah tantangan untuk berkelahi di lokasi," jelas Toha kepada detikcom saat ditemui di RSUD dr Sukandar, Mojosari.
Dalam perkelahian itu, lanjut Toha, Hamzah berhasil menebaskan celuritnya ke leher korban sehingga korban tewas di lokasi. Namun Hamzah mengalami beberapa luka tusukan di pinggang sebelah kiri dan di punggung serta urat nadi tangannya putus.
"Setelah membunuh korban, Hamzah ditolong warga dan dibawa ke RSUD dr Sukandar sebelum dirujuk ke Surabaya. Namun saat ditanya, Hamzah bilang kalau habis dibacok orang tak dikenal, kemudian orang itu melarikan diri," jelas Toha.
Dari data yang berhasil dihimpun detikcom, penyebab perkelahian korban dengan pelaku adalah rebutan jatah keramik dari PT Sunpower, Ngoro Industri. Sebelumnya keduanya bekerjasama sebagai distributor keramik dari pabrik tersebut. Diduga karena pembagian jatah yang tidak sesuai, menyebabkan keduanya berkelahi.
Kapolres Mojokerto, AKBP Muji Ediyanto saat dikonfirmasi detik.com menyatakan, masih akan mendalami motif perkelahian Ashadi dengan Hamzah. Saat ini pihaknya sedang memeriksa beberapa saksi terkait tewasnya korban.
"Untuk sementara motifnya masih belum bisa kita simpulkan, kalau pelakunya sudah tertangkap baru bisa diketahui," jelasnya Kapolres.
Saat ini Hamzah dirawat di RSAL dr Ramelan, Surabaya. Sementara mayat Ashadi kini berada di RSUD dr Sukandar, Mojokerto untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian korban.
(fat/fat)











































