"Kita ingin anak muda membentengi diri dari korupsi mulai sekarang. Saya ingin mengundang kalangan anak muda terutama mahasiswa untuk tidak berpangku tangan atau diam saja," ujar Ulul Albab M.S saat menjadi pembicara di acara Orasi kebangsaan dan diskusi mahasiswa anti korupsi dengan tema 'Menggagas Indonesia sejahtera tanpa korupsi' di ruang sidang FMIPA, gedung C-8 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jalan Ketintang, Kamis (12/12/2013).
Rektor Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya periode 2007-2013 ini mengatakan, peranan anak muda sangat signifikan untuk memberantas dan tidak terlibat korupsi.
"Bangsa ini membutuhkan peran serta anak muda untuk melakukan perubahan, khususnya di bidang korupsi ini," tuturnya sambil mencontohkan bagaimana perjuangan anak muda dan mahasiswa saat reformasi 1997/1998.
"Kritikan terhadap orde baru yang korup itu gerakannya masif dan berhenti. Karena kita tidak memiliki konsep. Maka sekarang ini bisa diulangi gerakan-gerakan seperti itu. Tapi dengan konsep dan gagasan yang ditawarkan mahasiswa, bisa diterima siapapun dengan baik," paparnya.
Akademisi yang getol anti korupsi hingga menelorkan buku anti korupsi 'Saatnya berhijrah tinggalkan korupsi' ini menginginkan pemberantasan korupsi berbasis masyarakat dan diri sendiri. Diantaranya dengan cara aksi atau gerakan bersama memasang stiker di warung, toko hingga mal.
"Gerakan ini lebih kepada penyadaran terhadap masyarakat. Misalnya gerakan tempel stiker di warung atau toko yang bunyinya kira-kira 'Pastikan uang yang dibayarkan di toko kami bukan hasil dari korupsi'. Itu kan nilainya cukup bagus," tandas Caleg DPR RI Partai NasDem dari dapil I Jatim ini.
(roi/bdh)











































