Diduga, matinya bebek tersebut karena terserang flu burung. Ciri-cirinya, mata bebek menjadi biru dan hidung berlendir.
Kematian bebek dengan ciri tersebut ternyata juga menular ke unggas milik warga. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait terkait penyebab matinya ribuan bebek dan unggas warga.
"Kami ambil sampel bebek yang mati untuk diuji lab. 3 hari lagi hasilnya kita sampaikan," ujar Kadis peternakan dan kesehatan Pemkab Probolinggo, Endang Sri Wahyuni, Kamis (12/12/2013).
Bebek yang mati mendadak itu adalah milik warga di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron, Probolinggo.
"Matinya mendadak, keluar lendir dari hidung. Tiap hari selalu ada yang mati," ujar Nurfadilah pemilik bebek warga desa setempat.
Matinya bebek-bebek itu telah membuat warga merugi jutaan rupiah, karena sudah siap panen. Di desa tersebut, terdapat puluhan orang penerima bantuan bebek. Dan sebagian besarnya terserang penyakit diduga viru H5N1 (flu burung).
(fat/fat)










































