Satu brankas berisi uang tunai Rp 70 juta, sementara satu brankas lagi Rp 136 juta. Polisi masih terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengungkap kasus tersebut.
"Sebagian uang itu rencananya akan segera disetor ke bank," kata Kabid PNF Dispendik Buridin Eksan Sugito kepada wartawan, Kamis (12/12/2013).
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, uang dalam brankas senilai Rp 70 juta itu dana karyawan honorer dan uang belanja untuk alat tulis kantor (ATK). Sedangkan dana Rp 136 juta adalah uang tunggakan guru dan PNS di lingkungan Dispendik Situbondo. Dana ratusan juta itulah yang sedianya akan disetorkan ke bank, namun keburu raib.
"Kira-kira sebesar itu (Rp 206 juta, red). Tapi kami masih terus mendalami, termasuk untuk memastikan kerugiannya. Kami masih penyelidikan di lokasi kejadian," tandas Kasatreskrim Polres Situbondo AKP H Sunarto.
Kini polisi melakukan olah TKP lokasi kejadian dan memeriksa beberapa orang untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya, kantor Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispendik) Situbondo dibobol kawanan pencuri. Pelaku menerobos masuk ke ruang Bendahara Dispendik di sisi utara. Dari empat brankas, dua buah brankas berhasil dibuka paksa dan isinya dikuras pelaku.
Aksi pencurian kantor Dispendik ini diperkirakan terjadi dini hari tadi. Pelaku menerobos masuk ke ruangan setelah mencongkel salah satu daun jendela. Usai melancarkan aksinya, kawanan pelaku langsung kabur dengan kembali melewati jendela tersebut.
(fat/fat)










































