Hal ini diterangkan oleh Kepala Dinas Sosial Supomo. Menurutnya, yang melakukan demo menolak penutupan lokalisasi bukanlah warga setempat.
"Yang menolak (penutupan lokalisasi) itu bukan warga," kata Supomo, Senin (9/12/2013).
Buktinya, lanjut Supomo, setiap upaya pelatihan ketrampilan untuk warga dan eks Wanita Tuna Susila (WTS) selalu mendapat respon yang baik.
"Lha wong tiap kali pelatihan ketrampilan itu, warga suka. Pokoknya kami optimis, kami tidak akan molor dari target (penutupan lokalisasi)," pungkas Supomo.
Sementara untuk Dolly ditargetkan sudah berhenti beroperasi menjelang Ramadan 2014.
(gik/fat)










































