"Dugaannya seperti itu. Hanya saja kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman kepada wartawan, Jumat (6/12/2013).
Setelah tertangkap, Amio berkali-kali dilarikan ke rumah sakit karena penyakitnya tersebut. Kondisi warga Fatuhada Dom Alekso, Timor Leste itu naik turun. Saat reka ulang pun, AMio juga tidak turut serta dan perannya digantikan petugas.
Farman mengatakan, dengan meninggalnya Amio maka berkas kasusnya otomatis ditutup. Namun berkas perkara 6 rekannya yang telah tertangkap jalan terus. "Berkasnya sedang dalam penyelesaian dan tak lama lagi akan dilimpahkan ke kejaksaan," ujar Farman.
Ada 7 Tersangka pembunuh dua mahasiswa Timor Leste yang berhasil ditangkap. Selain Amio, polisi juga menangkap Mariano Vicente (25) warga Jalan Timur Raya asrama Yonif 743 Kupang; Joao Niko Vernandes (23) warga Jalan Naibonat Kupang; Joao Afonso Ribeiro Da Silva Sauda Peirere (30) WNA Jalan Suco Ds Biadu Dili Timor Leste; Adino Viera Kay Putih; dan Mateus Viana dan Albertus de Araujo Reis.
Keenamnya ditangkap di tempat terpisah dan waktu yang berbeda. Amio ditangkap bersama dengan Mariano, Niko dan Afonso di Ciracas Jakarta Timur. Sedang sisanya diamankan di kawasan perkebunan Kelapa Sawit di Palembang. Dari 7 tersangka (termasuk Amio yang meninggal), Adino dituding menjadi otak penyerangan ini.
(iwd/iwd)











































