Ratusan liter cairan solar bersubsidi ludes terbakar. Api diduga muncul akibat hubungan pendek arus listrik. Percikan api menyambar solar sehingga api langsung berkobar besar.
"Saya datang kesini api sudah berkobar besar. Saya malah diberitahu warga," kata Kepala Desa Sugihwaras, Nur Naim, kepada wartawan di lokasi kejadian.
Menurut Nur Naim, lokasi yang terbakar merupakan bekas kantor pertanian yang sudah lama kosong. Area tak terpakai itu kemudian dimanfaatkan sejumlah orang untuk menampung solar bersubsidi.
"Bukan gudang ya cuma penampungan, karena tempatnya cuma ada satu dan informasinya cuma 200 liter," terangnya.
Masih menurut Nur Naim, solar tersebut diduga dibeli dari sejumlah SPBU. Namun Nur Naim mengaku tidak tahu pasti untuk apa solar tersebut.
Ada kemungkinan diselewengkan dengan dijual ke industri. Tapi kemungkinan juga bisa digunakan bahan bakar diesel, karena di sekitar lokasi banyak tambak. "Bisa jadi ke (dijual) pabrik, tapi saya kurang jelas," katanya menjawab pertanyaan wartawan.
Setelah dilakukan pemadaman, petugas kepolisian segera masuk untuk melakukan pemeriksaan. Guna kepentingan penyelidikan petugas memasang garis polisi mengelilingi gudang.
Berdasarkan pantauan detikcom, polisi juga terlihat membawa keluar beberapa jurigen kosong yang diduga bekas wadah menyimpan solar untuk diamankan. "Kita masih melakukan penyelidikan," tegas Kapolsek Jenu, AKP Murni Kamariyah.
(bdh/bdh)











































