"Nggak usah diliput, nggak usah difoto, awas!," teriak seorang warga laki-laki yang berjalan mendatangi Satpol PP dan Polisi yang berjaga di Pantai Batu Kenjeran, Jumat (6/12/2013).
Tak hanya mengancam, pedagang yang sedang naik pitam ini sempat mencoba meraih kamera video awak media yang ada di lokasi. Mereka mengusir awak media, sementara mereka bertemu dan berdiskusi dengan petugas.
Dari pantauan detikcom, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Aries Syahbudin turun tangan ke lapangan. Aries ditemani Kapolsek Kenjeran Kompol Syukur langsung menghadapi puluhan pedagang yang sedang emosi.
Tak lama setelah itu, pedagang tiba-tiba terlihat lebih tenang. Mereka berjalan kembali ke rumah mereka di tepi Pantai Batu Kenjeran. Mereka pun mengangkut batuan besar dan sarang pohon yang tadi dibuang ke badan jalan.
"Nggak usah difoto, tak sawat lho (aku lempar lho)," teriak seorang pedagang lainnya.
Sementara itu, Aries mengaku tidak menjanjikan apa-apa kepada pedagang. Hanya saja, permintaan para pedagang yang ingin menggelar pertemuan formal dengan pihak pemkot, akan difasilitasi.
"Kami mengimbau kepada pihak pemkot, mohon dihentikan dulu pemagarannya. Sedangkan untuk warga, jangan emosi. Kejadian ini mungkin karena rencana-rencana pemkot kurang tersosialisasi. Kalau dibicarakan di lapangan, bisa panas, tapi sekarang sudah lebih kondusif," papar AKBP Aries.
Kasatpol PP, Irvan Widyanto yang juga ikut menyaksikan amuk pedagang ini mencoba memberi peluang pertemuan. Rencananya, para pedagang ini akan diundang dalam pertemuan resmi pada Senin (9/12/2013).
"Senin (9/12/2013) kami adakan pertemuan di kantor Satpol PP. Nanti mereka (pedagang) diberi pemberitahuan melalui pak camat," tutur Irvan.
Belum tahu apakah Walikota Surabaya Tri Rismaharini akan hadir dalam pertemuan tersebut. Karena Asisten I Sekota Yayuk Eko Agustin belum bisa memberikan keterangan. "Tunggu nanti ya," pungkas Yayuk di lokasi.
Hingga pukul 12.00 WIB, para pedagang nampak kembali ke rumah masing-masing. Sementara petugas Satpol PP, Linmas, Marinir dan Polisi membersihkan badan jalan yang tadinya dipenuhi batuan besar dan sarang pohon.
(nrm/fat)










































