Akibat ulahnya, siswa usia 17 tahun dibekuk aparat kepolisian setempat dari sekitar lokasi sekolahnya di Kecamatan Suboh, Rabu (4/12/2013) sekitar pukul 15.30 Wib.
Setiap menjalankan aksinya, pelajar ini tidak sendirian. Tetapi melibatkan kakak iparnya bernama Budi Hartono (31), warga Desa/Kecamatan Besuki. Budi Hartono dicokok lebih dulu Unit Resmob Polres Situbondo.
Polisi bahkan menyarangkan timah panas di kaki pria berprofesi sopir truk itu, karena berusaha kabur saat dikeler mencari barang bukti hasil curian.
"Saya hanya diajak, cuma mengantar dia (Budi Hartono, red) ke lokasi. Saya selalu dikasih Rp 200 ribu kalau berhasil. Sebagian buat biaya sekolah, bantu orang tua," tandas AHT kepada detikcom di Mapolres.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, aksi curanmor Budi Hartono dan pelajar ini cukup merajalela dalam 5 bulan terakhir. Sedikitnya sudah 9 TKP curanmor yang diakui melibatkan keduanya. Keduanya selalu memilih sasaran sepeda motor yang ditinggal pemiliknya di tepi jalan atau depan rumah.
Peran pelajar itu konon hanya mengantar kakak iparnya yang berasal dari Krucil Probolinggo ke lokasi sasaran. Si kakak ipar ini yang kemudian berperan sebagai eksekutor. Dari tangan Budi Hartono polisi menyita sebuah alat kejahatan berupa kunci T.
"Saya dipaksa agar ikut, pak. Kalau tidak mau ya terus dipaksa. Biasanya pagi atau malam, diluar jam sekolah. Saya sekolah masuk siang," sambung pelajar ini.
Terakhir, aksi keduanya terjadi malam kemarin saat mengembat Yamaha Mio milik Ainur Ridho, di tepi jalan Desa Jetis, Kecamatan Besuki. Seluruh sepeda motor hasil curian itu kini masih dalam pencarian polisi. Sementara ini Unit Resmob yang dikomando Bripka Adi Komang hanya menyita satu unit Honda Reevo yang digunakan alat keduanya beraksi.
"Sementara pengakuannya baru 9 TKP, tapi masih terus kami kembangkan. Kuat dugaan masih ada TKP lain yang melibatkan keduanya," tandas Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi.
(fat/fat)










































