"Diduga D sebagai otak serangkaian perampokan di Ketapang Kalimantan Barat," ujar Kasubag Humas Polres Banyuwangi AKP Bambang Suprapto kepada wartawan, Senin (3/12/2013) malam.
Bambang menjelaskan, D ditembak mati saat digerebek di rumahnya di kawasan Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Senin sore. Sebelumnya, polisi gabungan dari Resmob Polres Ketapang dengan dibantu aparat Polres Banyuwangi sudah mengendus tempat persembunyiannya.
"Karena melawan, polisi terpaksa menembak pelaku," tambahnya.
Timah panas petugas tersebut mengenai salah satu lutut serta mengenai selangkangan pelaku. Pelaku yang diduga pecatan TNI Angkatan udara, ini tewas di lokasi penggerebekan. Mayatnya sendiri akhrinya dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi untuk diotopsi.
Dari catatan kriminal Polres Ketapang, Kalimantan Barat, D diduga terlibat 5 aksi perampokan bersama kelompoknya. Sasarannya adalah SPBU (tahun 2012), Bank dan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Terakhir, D diduga merampok bersama rekan-rekannya di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, 2 November 2013.
"Dari perusahaan perkebunan kelapa sawit itu kerugiannya sekitar Rp 800 juta. Total dari semua aksi perampokan yang dilakukan mencapai Rp 1 miliar lebih," ungkap Bambang.
Kini polisi masih memburu pelaku lainnya dari kelompok perampok yang kerap beraksi dengan menggunakan senjata api tersebut.
(bdh/bdh)











































