"Yang hilang ada perhiasan, 3 laptop dan uang Rp 3 juta. Totalnya sekitar 150 juta," ujar Yohana, istri Hendrik, di rumahnya Jalan Darmo Indah Sari Blok EE-18, Tandes, Surabaya, Minggu (1/12/2013).
Keluarga Hendrik mengetahui rumahnya diacak-acak maling sepulang dari gereja di kawasan Tanjung Perak, pukul 19.15 wib. Mereka terkejut rumahnya disatroni maling, setelah gembok pintu pagar dirusak.
Pintu masuk ruang tamu juga terdapat bekas congkelan. Saat diperiksa di dalam, ternyata kamar dan lemarinya sudah acak-acakan. Pelaku berhasil membawa cash box berisikan perhiasan dan uang tunai Rp 3 juta di kamar belakang di lantai 2. Selain itu, 3 laptop juga dibawa kabur pelaku.
"Rumah dalam keadaan kosong. Nggak ada pembantu (PRT)," ujar Yohana.
Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Tandes. Anggota Identifikasi Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Unit Reskrim Polsek Tandes, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kasusnya masih kita selidiki," kata Kanit Reskrim Polsek Tandes AKP Kusminto.
Dari informasi yang dihimpun, rumah Hendrik disatroni maling adalah yang kelima kali terjadi di kawasan Darmo Indah. Sebelumnya, kasus pencurian juga terjadi di blok HH-2, FF-23, EE-23, EE-16.
Kejadian di rumah Hendrik itu menarik perhatian pengendara yang melintas dari arah Balongsari ke Darmo Indah maupun sebaliknya. Sementara terlihat seorang petugas Polsek Tandes mengatur arus lalu lintas, agar tidak macet.
(roi/fat)











































