Tersangka adalah M. Kushen dan M. Kashanm warga Janti, Tulangan, Sidoarjo. Mereka pada 26 Oktober 2013 lalu telah membunuh Riyan Saifudin (39) warga Desa Kenongo Kecamatan Tulangan di tengah kebun tebu Desa Tlasih, Tulangan.
"Motifnya tersinggung," kata Iptu Nyamat kepada detikcom, Kamis (28/11/2013).
Wakasat Reskrim Polres Sidoarjo itu mengatakan, kedua tersangka tersinggung setelah tidak dipinjami korek oleh korban. Tersangka saat itu sedang ingin merokok dan meminjam korek ke korban. Tetapi korban menjawab tidak ada.
Kemarahan tersangka memuncak saat mengetahui korban tiba-tiba mengeluarkan korek dan digunakannya untuk menyulut api rokok.
"Tahu korban mengeluarkan korek api, kedua saudara kembar itu langsung cek-cok. Dan, Kushen langsung memukul menggunakan batu, mengenai kepala korban berulangkali," terang Nyamat.
Korban pun tumbang. Untuk memastikan korban sudah tidak bernyawa, kedua pemuda berusia 20 tahun tersebut langsung menimpa tubuh korban dengan besi kereta api lori.
"Sebelumnya mereka mabuk. Karena pengaruh alkohol lah mereka melakukan pembunuhan," lanjut Nyamat.
Usai melakukan pembunuhan, kedua tersangka langsung melarikan diri ke Kalimantan Timur. Namun, berdasarkan penyelidikan polisi, diketahui jika kedua bersaudara itu kabur ke Kalimantan.
"Anggota menangkap tersangka di rumah saudaranya yang ada di Kalimantan, Selasa malam kemarin. Dan kedua tersangka langsung dibawa ke polres," tandas dia.
(iwd/iwd)











































