Pembunuhan Mahasiswa Asal Timor Leste Direkonstruksi

Pembunuhan Mahasiswa Asal Timor Leste Direkonstruksi

Reynita Carlina - detikNews
Kamis, 28 Nov 2013 17:45 WIB
Pembunuhan Mahasiswa Asal Timor Leste Direkonstruksi
Surabaya - Rekonstruksi pembunuhan dua mahasiswa asal Timor Leste digelar. Rekonstruksi diputuskan tidak digelar di tempat kejadian perkara. Alasannya, untuk keamanan para pelaku yang berjumlah 7 orang tersebut.

"Dilakukan di kantor saja. Karena kalau di TKP, dilihat banyak warga terus menimbulkan emosi warga, susah mengamankannya. Jumlah pelakunya banyak," ungkap Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti kepada wartawan usai menggelar rekonstruksi di Polrestabes Surabaya, Kamis (28/11/2013).

Rekonstruksi yang memakan waktu 2,5 jam itu memperagakan 20 adegan. Mulai dari para pelaku yang berkumpul kemudian mendatangi kamar kos korban, hingga mengeroyok dan mengeksekusinya beramai-ramai.

Pantauan detikcom di lokasi rekosntruksi, pada adegan 14 dan 15 merupakan adegan inti yakni saat pelaku menunjuk korban kemudian menghujamkan senjatanya ke tubuh korban.

Sementara itu, dua senjata tajam yang menjadi barang bukti dibawa oleh dua orang saat di TKP, yakni Adino Vieira dan Mateus Rangel. Untuk pelaku lainnya yang juga mengeroyok kebagian membawa pentungan batako dan alat pukul lainnya untk mengeroyok. Sedangkan kedua korban juga sempat membawa senjata tajam saat kejadian. Namun, jumlah korban tak sebanding dengan pasukan yang dipimpin Adino saat itu.

"Mateus benar menunjukkan apa yang dia lakukan saat itu, dia menghujamkan senjatanya sebanyak 4 kali ke Boy. Memang Boy ini mati karena Mateus," ujar Suparti.

Sedangkan, pada Ubaldo Dos Anjos yang pada tubuhnya ditemukan sebanyak 6 luka bacok, saat rekonstruksi, Mateus mengakui ia hanya sekali membacok Ubaldo. Sisanya, diduga kuat adalah Adino yang menghujamkan senjatanya sebanyak lima kali ke tubuh Ubaldo.

"Mateus bilang sekali membacok Ubaldo. Sisanya pasti Adino yang saat itu juga bawa sajam. Nggak mungkin yang lain lah. Sajam cuma ada dua. Satu dibawa Mateus, satu dibawa Adino," tandasnya.

Untuk diketahui, pada Selasa (8/10/2013) lalu terjadi aksi penganiayaan terhadap mahasiswa asal Timor Leste, Ismenio Boy Alegri Gonzaga Amonalda Silva (24) dan Ubaldo Dos Anjos Guterres (22) di Klampis Semalng II Sukolilo. Mereka dikeroyok menggunakan senjata tajam hingga keduanya meninggal dunia akibat luka bacok yang dialaminya.

(iwd/iwd)
Berita Terkait