Mereka adalah Indra Kusuma (46) asal Musirawas Sumatera Selatan, Kelvin Jacky Amora (24) asal Bengkulu, Devin (23) asal Bandar Lampung, Bambang Irawan (24) Sumatera Selatan, dan Suharlani (36) asal Bengkulu.
"Tersangka orang jauh semua, dari Sumatera," kata Kapaolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi, kepada wartawan di Mapolres Tuban, Rabu (27/11/2013).
Ucu menjelaskan bahwa tersangka dari daerah asalnya mengendarai sepeda motor menuju pulau Jawa hingga sampai ke wilayah Tuban. Diduga para tersangka selalu beraksi melakukan perampasan di setiap kota yang disinggahi.
"Kita masih berkoordinasi dengan Polres jajaran termasuk yang di luar Polda Jatim, karena diduga mereka beraksi di setiap kota yang disinggahi," terangnya.
"Tapi sampai sejauh ini baru Polda Jogja (DIY) yang memberikan konfirmasi bahwa tersangka pernah melakukan kejahatan disana, dibuktikan dengan barang bukti berupa handphone," lanjutnya.
Dalam setiap aksinya kawanan rampok ini mengincar nasabah bank. Modus yang dijalankan yaitu berpura-pura melakukan transaksi sambil mengawasi nasabah lain. "Mereka berura-pura menabung sambil mengawasi nasabah lain," imbuhnya.
Salah satu korbannya adalah nasabah BRI Cabang Tuban, Kastutik. Ketua Koperasi Simpan Pinjam Lohjinawe itu dibuntuti tersangka usai mengambil uang Rp 100 juta. Selanjutnya tersangka merampas tas berisi uang milik korban.
"Setelah beraksi di Tuban, mereka sempat berpindah-pindah diantaranya ke Surabaya, Sidoarjo, Kediri, dan Jombang. Namun pergerakannya kita ikuti terus," jelas mantan Kapolresta Madiun itu.
"Kita dapat ciri-ciri pelaku dan kendaraannya dari keterangan saksi-saksi, serta transaksi mencurigakan di bank yang dilakukan para tersangka," sambungnya.
Setelah dibuntuti, kelima tersangka akhirnya berhasil dibekuk di Hotel Melati Jombang. Mereka rencananya akan beraksi merampok salah seorang nasabah bank. Namun aksinya batal keburu ditangkap petugas kepolisian.
Dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti 3 unit sepeda motor, uang tunai Rp 7.450.000, 5 lembar uang dolar, 10 handphone, 11 kartu ATM, dan 1 buah cutter.
"Ada bermacam-macam ATM dari bank berbeda untuk bertransaksi," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































