Aksi Mogok Dokter RSSA Malang Dicemooh Keluarga Pasien

Aksi Mogok Dokter RSSA Malang Dicemooh Keluarga Pasien

- detikNews
Rabu, 27 Nov 2013 12:12 WIB
Malang - Keluarga pasien di Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang tak simpatik dengan aksi solidaritas para dokter yang menggelar aksi mogok. Akibat aksi mogok itu, berdampak pada pelayan yang mengganggu pasien.

David (35) contohnya. Dia sangat menyesalkan ulah para dokter tersebut. "Lebih baiknya perhatikan pasien. Daripada demo," sesalnya.

David sedikit kaget saat melihat ratusan dokter menggelar aksi di halaman rumah sakit milik Pemprov Jatim, Rabu (27/11/2013) pagi tadi.

Dia pun mengkhawatirkan kerabatnya yang sedang terbaring di kamar pasien. Keresahan keluarga pasien ini terjadi disaat para dokter 'asyik' dengan demontrasi yang digelar.

Hal yangsama juga dikeluhkan Rifki (42), salah seorang keluarga pasien kejang-kejang. Dia mengaku resah melihat kondisi rumah sakit pada hari ini.

Pasalnya, hanya terlihat beberapa tenaga medis di ruang jaga.

"Ini menyangkut nyawa seseorang. Jika dokternya mogok, terus gimana," ucapnya ditemui awak media di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSA.

Dirinya mengkhawatirkan, pasien yang benar-benar membutuhkan dokter, harus tertunda karena demo. "Padahal penanganan butuh cepat," tegasnya.

Hampir seluruh keluarga pasien di RSSA kaget saat melihat demontrasi para dokter tersebut.

Koordinator aksi Muchammad S Niam membantah sampai membuat pasien telantar. Mereka tak mempercayai jika seluruh keluarga pasien khawatir akan aksi mereka.

Menurru Niam, aksinya kali ini sudah mendapat restu dari direktur RSSA. "Pelayanan tetap, ini sudah ada persetujuan dengan direktur," tuturnya terpisah.

Ia tak memungkiri, jika secara jumlah tenaga medis yang berjaga sedikit berkurang. Namun, tak berdampak pada penanganan terhadap pasien.

"Jumlahnya memang kurang, tapi bukan berarti pasien telantar," tandasnya.


(bdh/bdh)
Berita Terkait