Buntut Bentrok dan Penyerangan, 29 Pendekar SH Terate Diperiksa Polisi

Buntut Bentrok dan Penyerangan, 29 Pendekar SH Terate Diperiksa Polisi

Norma Anggara - detikNews
Selasa, 26 Nov 2013 15:02 WIB
Buntut Bentrok dan Penyerangan, 29 Pendekar SH Terate Diperiksa Polisi
Sisa-sisa penyerangan/ Imam W
Surabaya - Bentrokan dan penyerangan terjadi di Oso Wilangun melibatkan rombongan pendekar berpakaian hitam-hitam. Ternyata, mereka berasal dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Kini polisi tengah memeriksa 29 pendekar. Informasi itu diungkapkan Sekretaris II PSHT cabang Surabaya Rosadin.
 
"Ada 29 kawan kami yang diperiksa," kata Rosadin saat ditemui di Polrestabes Surabaya, Selasa (26/11/2013).

Rosadin menyangkal jika anggota PSHT sebagai pemicu bentrok yang berbuntut penyerangan rumah warga di sekitar Jembatan Branjangan, Osowilangun, pada Selasa dinihari.

Lagipula, jelas dia, saat itu para pendekar PSHT ini baru saja mendatangi acara kelulusan atau wisuda PSHT di Gresik. Ia menyatakan bahwa warga yang memulai.

"Karena 2 kawan kami disandera dan diancam akan dibakar. Buktinya ada bensin dan korek di tempat sandera," ujar Rosadin.

Selain mengakibatkan puluhan rumah dan warung rusak, sepeda angin, becak, TV, dan gerobak es tebu juga luder dibakar saat penyerangan berlangsung.

Bentrokan itu kata warga, berawal dari suara knalpot dan klakson motor peserta konvoi rombongan pendekar yang memekakkan telinga. Warga yang mengingatkan justru dipukul.

"Yang mengingatkan adalah Khusnur Rifai alias Unyil. Dia mengingatkan agar konvoi itu tidak menggeber gas (bleyer) dan membunyikan klaskon karena ada warga yang sakit agar tak mengganggu," ujar Iskandar, salah satu warga.

Salah satu pendekar kemudian turun dan mendatangi Unyil dan terjadi pemukulan. Unyil dipukul, ditendang, dan diinjak-injak saat terjatuh. Rekan jaga Unyil yakni Mujiono juga ditendang kakinya.

"Saya coba melerai. Dan saat itulah warga lain keluar, para pendekar itu kemudian semburat," lanjut Iskandar.

Warga yang melakukan pengejaran berhasil menangkap 2 pendekar, seorang pria dan perempuan. Mereka kemudian 'disandera' dan dipaksa warga untuk bertanggungjawab atas kelakuan rekan mereka yang membuat warga terluka.

"Dua pendekar itu sudah dibawa polisi," tandas Iskandar.

Setelah kejadian pertama pada Pukul 00.05 Wib, selang dua jam kemudian rombongan pendekar datang kembali dan terjadilah pengrusakan dan pembakaran.

(iwd/gik)
Berita Terkait