Kelompok Tani Bangkingan Maju Jaya memberi perlakuan khusus untuk tanah yang akan ditanami. Supaya bibit tanaman bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas bagus, petani memberi pupuk tradisional, yakni campuran jerami bakar, jerami fermentasi dan sekam (kulit padi) bakar.
"Tanah di Bangkingan kan kering. Nah untuk menambah kandungan unsur Kalium (K) dan Posfor (P), kami melakukan perlakuan khusus. Pupuk yang sering kami gunakan dari campuran jerami bakar, jerami fermentasi dan sekam (kulit padi) bakar," tutur Mujiono saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/11/2013).
Ketua Kelompok Tani Bangkingan Maju Jaya ini tak menepis adanya gangguan hama kutu. Bahkan, selama sekitar 75 hari penanaman dan pertumbuhan, bibit semangka inul diganggu hama.
"Kami mulai menanam bibitnya pada bulan Setember. Oktober, kami mulai diserang hama. Kalau petani lain, tanamannya pasti langsung mati. Kami menggunakan pestisida hayati untuk membasmi hama kutu," ujar Mujiono.
Pestisida Hayati merupakan pestisida yang bahan dasarnya berasal dari berbagai jenis tanaman yang memiliki kandungan spesifik dalam tingkah laku dan metabolisme organisme pengganggu tanaman (OPT). Pestisida hayati bisa berbentuk virus atau pun bakteri yang masih bersifat sederhana dan apabila masuk ke dalam tanah, air akan mudah terdegradasi secara alami.
Pestisida ini tidak mencemari lingkungan, relatif lebih aman bagi manusia dan ternak.
"Ya, akhirnya kami bisa memanen semangka di bulan November. Rasanya manis alami," pungkas dia.
(nrm/bdh)











































