Otak pembunuhan mahasiswa Narotama dan ITATS kini dalam perjalanan ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan.
"Memang benar berhasil kita tangkap di Palembang dan sekarang dalam perjalanan ke Surabaya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Selasa (19/11/2013).
Selain Aldino, kata Farman, dua pelaku lainnya juga ditangkap, yakni, Matheus Viana dan Albertus. Menurut dia, selama melarikan diri ketiga pelaku ini bekerja di perkebunan kelapa sawit Muara Enim, Palembang.
"Mereka kita tangkap bersamaan saat bekerja," imbuhnya.
Dengan tertangkapnya tiga pelaku, maka jumlah pelaku kini bertambah 7 orang. 4 Diantaranya tertangkap terlebih dulu setelah berhasil melarikan diri selama 10 hari pasca pembunuhan.
Keempatnya yakni, Mariano Vicente (25) dan Joao Niko Fernandes (23) keduanya asal Kupang, NTT. Dan dua lainnya warga negara Timor Leste yakni Joao Alfonso Ribeiro da Silva Sauda Pereira (30) dan Dominggos Romoaldo Pereira (31). Mereka ditangkap di tempat kost dikawasan Ciracas, Jakarta Timur pada 23 Oktober 2013 lalu.
Sebelumnya, Selasa (8/10/2013) lalu terjadi aksi penganiayaan terhadap mahasiswa asal Timor Leste, Ismenio Boy Alegri Gonzaga Amonalda Silva (24) dan Ubaldo Dos Anjos Guterres (22) di Klampis Semalng II Sukolilo. Mereka dikeroyok menggunakan senjata tajam hingga keduanya meninggal dunia akibat luka bacok yang dialaminya.
(ze/fat)










































