Kedua korban adalah Muthohar, wartawan media online dan Mubarok wartawan televisi lokal. Keduanya mengalami memar di wajah dan kepala.
Pemukulan terjadi ketika Mubarok merekam kericuhan di tengah konser. Kebetulan saat itu terlihat sejumlah petugas memukuli penonton untuk melerai kericuhan.
"Aku langsung dijepit, kaset diminta. Terus ada yang mukul dan nendang dari belakang," ujar Mubarok, Minggu (17/11/2013).
Mubarok sebenarnya hendak memberikan kaset yang diminta oknum polisi. "Tapi mereka nggak sabar, langsung ada yang mukul," imbuhnya.
Melihat rekannya terancam, sejumlah wartawan berupaya melerai. Namun upaya ini malah memicu amarah polisi. "Yang jelas itu bukan anggota Polres (Tuban), itu brimob Polda," sahut Sumali yang juga wartawan.
Muthohar yang mencoba melerai juga ikut menjadi korban pemukulan. Korban dipukul polisi menggunakan tongkat tepat mengenai kepala. Akibatnya kepala korban mengalami memar dan bengkak.
"Ini kepala benjol besar karena dipukul tongkat polisi dari belakang," keluh Muthohar.
Menanggapi pemukulan wartawan, Polres Tuban berjanji akan mengusut tuntas dan memberi hukuman kepada para pelaku.
"Saya menyesali kejadian ini, semoga kedepan tidak terulang," ujar Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi.
(fdn/fdn)










































