"Berdasarkan saksi yang kami periksa, dugaannya memang begitu (dibunuh)," kata Kompol Manang Soebeti saat dihubungi detikcom, Minggu (17/11/2013).
Kapolsek Sawahan tersebut mengatakan, indikasi jika Elie dibunuh adalah wajahnya yang rusak yang diduga dia dianiaya sebelum dibunuh. Pada mulut elie juga ditemukan kain yang diduga digunakan untuk membekapnya. Selain itu, pintu kamar kos dikunci dari luar.
Jenazah PSK asal Nangapanda, Ende, NTT itu ditemukan pertama kali oleh pemilik kos yang mencium bau busuk dari dalam kamar Elie di lantai 2. Setelah didobrak, kagetlah pemilik kos melihat kondisi Elie yang mengenaskan. Peristiwa itu segera dilaporkan ke polisi.
Elie diketahui merupakan PSK di Wisma 27 di kawasan Dolly. Di wisma tersebut, Elie baru 'berdinas' selama 3 hari. Sebelumnya ia bekerja di Wisma 1 A. Elie sendiri sudah sekitar 2 tahunan ada di kawasan Dolly.
"Korban ini berpacaran dan kumpul kebo dengan pacarnya yang biasa dipanggil Ambon," lanjut Manang.
Ambon dikenal sebagai penerima tamu di Wisma Lancar Jaya di Jalan Kupang Gunung Timur I/12. Apakah Ambon adalah pembunuh Elie? Manang belum bisa memastikan. Yang pasti keberadaan Ambon tidak terlihat saat jenazah Elie ditemukan. Apalagi berdasarkan keterangan saksi lain, sebelum Elie tewas, pasangan itu sempat cekcok.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan forensik," tandas Manang.
(iwd/iwd)










































