Selain itu, ribuan buruh gabungan dari 24 elemen serikat pekerja ini juga menolak Inpres No 9 Tahun 2013 dan Kepmenakertrans No 7 Tahun 2013 serta menghapus pekerja kontrak/outsorching.
Menurut Korlab aksi buruh Edi Kuncoro, mereka mendatangi pendopo untuk mendesak Bupati Sidoarjo segera mengusulkan UMK Kabupaten Sidoarjo tahun 2014 ke Gubernur Jawa Timur sebesar Rp 2,6 juta.
Sebelum menuju Pendopo Kabupaten Sidoajo di jalan Gubernur Suro, ribuan buruh terlebih dulu berkumpul di masing-masing wilayah kerja mereka.
Setelah itu, semua buruh berkumpul di bawah jembatan layang Jenggolo, dilanjutkan konvoi menuju ke pendopo. Akibat konvoi tersebut, arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Sidoarjo sempat macet.
Sementara itu, untuk mengamankan aksi unjuk rasa buru, Polres Sidoarjo mengerahkan hampir seribu personilnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jumlah personel gabungan yang disiagakan untuk pengamanan unjuk rasa tersebut sebanyak seribu anggota," kata Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki.
Semua anggota dari jajaran Polres Sidoarjo ini disebar di titik - titik kumpul buruh maupun di simpul-simpul jalan yang dilewati konvoi para buruh.
Selain itu tambah AKBP Marjuki, pihaknya juga menyiapkan kendaraan taktis diantaranya Water Canon, Mobil Barier (kawat berduri) dan kesatuan K9.
(bdh/bdh)










































