Managing Director JobsDB Indonesia Aryadi Anaya mengatakan, salah satu penyebab tingginya angka pengangguran bukan karena faktor kurangnya kemampuan atau skill mereka.
"Menurut pengamatan kami, tingginya pengangguran fresh graduate karena kurangnya akses informasi lowongan pekerjaan yang tepat," kata Aryadi kepada wartawan di Surabaya, Senin (11/11/2013).
Ia menerangkan, selama ini lulusan baru dari berbagai institusi pendidikan melakukan pencarian kerja melalui job fair konvensional. Ada juga melalui media cetak yang dinilai jumlah lowongan yang tersedia sangat sedikit. Selain itu, banyak pencari kerja yang lari ke acara offline seperti jobs fair, yang kadang suasananya tidak nyaman, waktu sempit dan kadang lokasinya jauh.
Pihaknya juga meluncurkan program The Passport, memberikan kemudahan bagi fresh graduate maupun mahasiswa yang ingin mencari pekerjaan atau tempat magang perusahaan besar melalui online. Ia menambahkan, saat ini JobsDB setiap harinya memiliki sekitar 35 ribu-40 ribu lowongan pekerjaan, menampilkan 52 persen data perusahaan besar dan sekitar 3 juta data pencari kerja.
"Kami akan menjadi jembatan bagi perusahaan dan pencari kerja, untuk bisa memenuhi kebutuhan SDM yang berkualitas dan handal," tandasnya.
(roi/fat)










































