Awalnya, warga setempat mencurigai adanya sosok mayat di dasar jurang, dan kemudian melaporkan temuan itu ke perangkat desa.
"Benar kondisinya tidak utuh. Ada bagian badan yang hilang, bagian tangan dan kepala," kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman ditemui di kamar jenazah RS Saiful Anwar Malang.
Aldy mengaku, pihaknya saat ini masih mengumpulkan informasi atau keterangan warga. Sebab, sejumlah warga mengenali pakaian yang dikenakan korban. Yakni mengenakan sweeter, celana dalam, celana pendek motif batik di pinggirannya.
Dan kecurigaan itu akhirnya mengarah kepada hilangnya seorang gadis setempat sejak 44 hari lalu. Diketahui bernama Yoana Miatisari biasa dipanggil Yoyo atau Ona (23).
"Dan ada warga yang mengaku, sesuai dengan pakaian yang dikenakan adalah milik gadis yang hilang beberapa waktu lalu," aku Aldy. Polres Malang berencana melakukan tes DNA untuk memastikan identitas korban.
Ditambahkan Aldy, bisa saja bagian tubuh dari jenazah yang hilang disebabkan beberapa faktor lain. "Informasi itu akan kita peroleh dari otopsi, tentang perkiraan waktu kematiannya," imbuhnya.
Aldy menambahkan, pihaknya berencana melakukan penyisiran untuk menemukan potongan tubuh korban. Penyisiran akan dilakukan dengan melibatkan warga dan Tim SAR Senin besok.
Sementara Tiami (42), kakak tertua korban mengaku, mengenali beberapa potong pakaian yang dikenakan korban. "Kalau benar dibunuh, biar diurus polisi," harap Tiami.
(bdh/bdh)











































