"Aksi mereka mengganggu ketertiban," kata AKP Abdul Rokib kepada wartawan di Polsek Duduk Sampeyan, Minggu (10/11/2013).
Kasat Sabhara Polres Gresik itu mengatakan, aksi sekitar 30 warga itu dilakukan di dekat perempatan Pasar Duduk Sampeyan. Mereka bergerombol di tengah rel double track sambil membawa poster dan spanduk.
"Mereka kami beri waktu 15 menit di luar rel untuk menyampaikan aspirasi," lanjut Rokib.
Tetapi warga menolak dan enggan beranjak dari tengah rel. Saat kereta hendak lewat sekitar 10 menit lagi, polisi langsung melakukan aksi pembubaran. Warga kocar-kacir.
"3 warga kami amankan yakni yang memberi perintah (orator) dan yang bandel tetap membentangkan poster dan spanduk saat dibubarkan," ujar Rokib.
Ketiga warga yang diamankan adalah Yayak, Hasan, dan Tomi. Mereka diamankan dan dibawa ke Polsek Duduk Sampeyan. Kepada wartawan, Tomi yang bertindak sebagai korlap aksi menolak jika warga dikatakan hendak memblokir rel.
Warga Duduk Sampeyan Gresik menggelar aksi memblokir rel. Mereka menuntut PT KAI membangun pos keamanan perlintasan kereta tanpa palang pintu. Sebab, perlintasan KA tanpa penjaga ini sudah banyak memakan korban jiwa.
"Kami hanya menyampaikan aspirasi, kereta silahkan saja lewat, kami hanya membentangkan poster saat kereta lewat," ujar Yayak, sesaat sebelum diamankan polisi.
(bdh/bdh)










































