Menurut salah soerang korban keracunan, Sujarwo (40), keracunan yang dialami warga ini terjadi setelah mereka menyantap hidangan kare ayam di rumah Nur Hayati, Minggu (3/11) malam. Menu kare ayam itu dihidangkan dalam acara doa bersama peringatan 40 hari orang meninggal.
Dua hari berselang, warga yang ikut peringatan doa bersama dan menyantap hidangan mengalami gejala panas tinggi disertai muntah dan perut mual.
"Warga yang merasa hal sama semakin banyak. Akhirnya diduga keracunan lalu dibawa ke rumah sakit," kata Sujarwo di RSUD Jombang, Selasa (5/11/2013).
Karena jumlah warga yang mengalami gangguan sejenis semakin bertambah, RSUD Jombang tidak muat. Banyak penderita yang dibawa ke RS dan Puskesmas. Semisal RS Muslimat NU, Puskemas Mojoagung, PKU Muhammdiyah Mojoagung. Semua penderita mengidap gejala sama, yaitu muntah, maul, pusing dan diare.
Pihak RSUD Jombang memastikan gejala yang dialami puluhan warga Desa Palrejo itu sebagai keracunan. Soal makanan yang mengandung racun, pihak RS akan melakukan diagnosa dan uji laboratorium terlebih dulu.
"Untuk korban memang mengalami gejala keracunan. Tapi keracunan apa, ini yang perlu didalami," kata dokter RSUD Jombang, dr Puspita Sari.
(/)











































