Kapolsek Tambaksari Kompol Suhartono mengatakan, karena ada peristiwa kebakaran ini secara otomatis pentas seni untuk sementara dibatalkan. Dan TRS setidaknya untuk malam ini berhenti beroperasi.
"Listriknya mati dan kami juga perlu melakukan penyelidikan. Ruang tempat terjadi kebakaran sudah dipolice line. Penyebab kebakaran belum diketahui, harus menunggu pemeriksaan tim labfor," ujar Suhartono, Senin (4/11/2013).
Saat kebakaran terjadi, di TRS sedang ada pentas seni yang melibatkan siswa TK - SMA Kecamatan Sambikerep.
"Pas terjadi kebakaran, yang tampil adalah siswa TK. Guru-guru TK sampai nangis saat terjadi kebakaran," kata Ali, salah seorang wali murid TK, kepada detikcom di lokasi, Senin (4/11/2013).
Para guru TK tersebut, kata Ali, begitu panik dan segera mengajak anak didiknya keluar dari lokasi. Mereka dibantu oleh para pengunjung lain dan juga petugas TRS.
"Yang ada di dalam masih anak TK. Anak SD, SMP, SMA masih di luar. Saya juga di luar, istri saya yang di dalam menjaga anak," lanjut Ali.
Sementara, Teknisi TRS Wahyudi kepada detikcom mengatakan, sore itu seperti biasa dia menyalakan listrik dan menuju ruang panel untuk membagi listrik yang menuju ke alat-alat mainan.
Semuanya berjalan lancar hingga listrik mendadak mati. Tak lama kemudian asap hitam keluar dari dalam ruang panel. Segera saja Wahyudi dan rekannya menuju ke ruang panel.
"Saat pintu dibuka, terlihat api sudah cukup besar membakar alat-alat panel," lanjut Wahyudi.
Bersama rekan-rekannya, Wahyudi berusaha memadamkan api di dalam ruangan. Namun tak berani mengguyurkan air yang membakar komponen listrik.
"Listriknya masih hidup karena belum dimatikan PLN, kami tidak berani," ujar Wahyudi.
2 unit mobil PMK akhirnya datang dan dalam waktu setengah jam api berhasil dipadamkan.
(iwd/gik)










































