Sebanyak 100 orang mendatangi lokasi pengeboran, Sabtu (2/11/2013), sambil mengamuk. Massa marah karena aktivitas pengeboran Migas menimbulkan getaran keras sehingga merusak banyak bangunan rumah warga.
"Getarannya sudah berlangsung tiga hari ini. Akibatnya banyak rumah retak-retak," ujar Sekretaris Desa Sumber, Triyono (40) kepada detikcom di sela-sela unjuk rasa.
"Rumah saya juga rusak retak-retak," sahut salah seorang warga Desa Sumber, Puji (60), dari tengah kerumunan massa sambil menunjukan muka marah.
Puji mengatakan, tak hanya bangunan rumah, salah satu musholah di desa setempat juga mengalami retak-retak bagian temboknya. Bahkan kerasnya getaran yang ditimbulkan mengakibatkan kaca jendela musholah tersebut pecah.
"Mushola disana juga retak mas, jendela kacanya pecah kemaren pas ada getaran." Jelasnya meyakinkan para wartawan.
"Getaranya keras mas, kayak lindu (gempa kecil). Kalau malam saya khawatir rumah roboh pas keluarga tidur gimana," imbuhnya khawatir.
Dalam aksinya, warga meminta pengeboran dihentikan. Selain itu warga menuntut pihak JOB PPEJ agar bertanggungjawab memperbaiki rumah warga yang rusak.
"Jumlah yang rusak belum tahu. Ini masih dalam pendataan, karena belum semua warga melapor ke balai Desa," jelas Triyono.
Meski massa emosi, aksi memblokir jalan masuk menuju lokasi pengeboran berlangsung tertib di bawah penjagaan ketat petugas kepolisian Polres Tuban.
(bdh/bdh)










































