"Ini (bersih kali) dilakukan di seluruh sungai di Surabaya," kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini kepada wartawan di sela memimpin bersih sungai dan bantaran sungai di kawasan Kalimas Timur, Kelurahan Nyamplungan, Semampir, Jumat (1/11/2013).
Risma mengatakan, selama musim hujan, kendala yang dihadapi mesin di rumah pompa adalah limbah (sampah) sehingga beban mesin pompa menjadi sangat berat.
"Kalau musim hujan pertama kali, sampah mengumpul di rumah pompa. Setelah saya cek, itu banyak limbah di bantaran sungai. Nah kalau kita bersihkan semua, insya Allah nanti lebih mudah dan lebih ringan beban dari rumah pompa itu," tuturnya.
Pada kegiatan bersih kali ini, sekitar 40.000 warga dari berbagai elemen seperti dari karyawan swasta, pegawai di lingkungan pemkot hingga tingkat kelurahan, TNI, Polri, pemuda dan pelajar dilibatkan.
Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya ini mengatakan, kegiatan Jumat bersih kali ini adalah rutin dan kali ini adalah yang keempat kalinya. Dengan rutinitas bersih kali, diharapkan warga berubah tidak membuang sampah di sungai dan tetap menjaga kebersihannya.
Risma mencontohkan bersih-bersih sungai di kawasan Sidotopo. Katanya, Sidotopo dulu dikenal dengan kawasan kotor. Namun setelah dirinya terjun langsung dan ditindaklanjuti oleh lurah, RW hingga RT, sekarang menjadi bersih.
"Sebetulnya masyarakat bisa. Kadang masyarakat tidak percaya apakah itu kebijakan pemerintah atau tidak. Tapi kalau saya turun begini, mereka tahu bahwa ini kebijakan saya kebijakan pemerintah," tandasnya.
Selama menghadapi musim hujan, Risma mencanangkan bersih-bersih seluruh sungai di Surabaya. Ketika memasuki musim hujan, pemkot mengeluarkan kebijakan berbeda lagi.
"Nanti kalau sudah musim hujan beda lagi, kami akan menanam pohon," jelasnya.
(roi/iwd)










































