Eks PSK dan mucikari yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Pokhlasar) di Dupak Bangunsari ini tergolong rajin memasarkan hasil produksinya. Selain memperluas jaringan pelanggan, mereka juga sering mengikuti pameran hingga ke ibu kota Jakarta.
"Kalau dijual ke pelanggan, hasilnya bisa Rp 10 juta per bulan," ujar Nur Aini (47) Ketua Pengurus Poklahsar saat peresmian rumah Poklahsar di Jalan Dupak Bangunsari 4/7, Kamis (31/10/2013).
Tapi kalau mereka bergerilya di pameran-pameran makanan yang digelar pemerintah, mereka pun mengantongi hasil lebih. Sekali pameran, para eks PSK ini minimal mengantongi pendapatan Rp 5 juta.
"Alhamdulillah, kami bagi-bagi pendapatan itu. Anggota kami 10 orang dari berbagai macam jenis produksi," kata Nur.
Sementara itu, Ani Sri Watiah (40) Ketua kelompok Jahit Kreatif 'Ceria' yang memiliki rumah kreatif Kembang Melati di Jalan Dupak Bangunsari gang 1 nomor 4 justru sebaliknya. Kelompoknya agak kesulitan menjual bros, bandana, dompet dan keset kaki.
"Untuk sementara ya, tetangga dekat sini saja yang beli. Tapi penjualan kami nggak konsisten. Karena barang seperti keset, bros, bandana tidak sewaktu-waktu dibutuhkan," ungkap Ani.
Meski begitu, Ani tidak menyerah. Belasan anggotanya sering diberi pelatihan supaya semakin hari, mereka bisa menghasilkan barang produksi yang dibutuhkan masyarakat.
(/)











































