Satu dari Tiga Anak Indonesia Alami Stunted

Satu dari Tiga Anak Indonesia Alami Stunted

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 30 Okt 2013 16:08 WIB
Surabaya - Kondisi anak anak di Jawa Timur saat ini masih banyak yang mengalami gizi buruk serta ada pula yang kelebihan gizi atau obesitas. Hal ini diungkap Dra Sukesi Apt, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan KB Pemprov Jatim.

"Keduanya memiliki potensi kondisi kesehatan yang kurang baik. Kurang produktif, dan kurang dalam menciptakan generasi muda Indonesia yang sehat dan maju," katanya di media lunch yang digelar Mayura Group, Rabu (30/10/2013).

Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 dari Kementrian Kesehatan, ungkap Sukesi, tercatat satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunted (kekurangan gizi yang mengakibatkan tubuh pendek). Sebaliknya, satu dari enam anak malah mengalami kelebihan berat badan (overweight).

"Kami berusaha mencegahnya dengan berbagai program, salah satu penyuluhan kepada orang tua agar memberi makanan tambahan bagi anak kurang gizi dengan makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi serta berserat.

Begitu juga bagi orangtua yang mempunyai anak yang obesitas agar anaknya diajak bergerak secara fisik yang lebih agar lemak yang berlebih bisa terbakar dan terbuang,” jelas Sukesi.

Selain pemilihan makanan, peran ibu atau perempuan sangat besar dalam menciptakan kesadaran gizi yang baik dan dalam hal memilih makanan. Termasuk makanan ringan yang sesuai, mengingat kondisi saat ini banyak anak-anak yang kurang memperhatikan camilan yang mereka santap.

"Camilan yang sehat memiliki kandungan vitamin dan mineral, diantaranya karbohidrat, protein, dan beberapa jenis vitamin. Namun yang tak kalah penting, makanan yang kaya serat," imbuhnya.

Ricky Afrianto, Direktur Pemasaran Mayora Group, menyebutkan makanan ringan yang diproduksi industri harus memiliki bahan baku yang berkualitas. “Misalnya gadum yang digunakan harus memenuhi 5 kriteria kualitas. Penguasaan seni dan teknologi baking juga penting,” jelas Ricky.

Dengan menggunakan teknologi oven terbaru dan dipadu dengan keahlian master baker yang berpengalaman puluhan tahun serta penerapan standart kualitas kontrol yang ketat dan berulang.

Dalam kesempatan ini, hadir pula Indy Barends, brands ambasador dari biskuit Roma. Indy mengaku sebagai seorang ibu dan seorang istri, tidak sembarangan dalam memberikan makanan ringan pada keluarganya.

(ze/ze)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini