Akibat kecelakaan tunggal truk bernopol AE 9668 SC yang dikemudikan Asrofi itu membuat Muhamad Fajar (23), salah satu kuli angkut bata merah, warga Desa Nglewan Kecamatan Sambit tewas tergencet. Korban mengalami luka parah di kepala. Sementara dua kuli lain, masing-masing Abdul Rohim dan Kateni, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius di tangan dan dada.
Asrofi, mengaku kemudi truk tiba-tiba hilang kendali. Karena panik, Asrofi langsung menginjak pedal rem, hingga truk yang diduga melaju kencang dari arah kota Ponorogo menuju Kecamatan Sambit terguling dan terjun ke parit, setelah sebelumnya menghantam pohon palem di tepi jalan.
“Tadi tiba-tiba setirnya tidak bisa digerakkan, langsung saya rem dan langsung membanting ke kanan,” terang Asrofi kepada detikcom di lokasi kejadian.
Asrofi menambahkan, setelah terguling di parit sedalam 3 meter itu, dia langsung berusaha menolong 5 kuli bata yang terhimpit dan terlempar dari truk. “Yang satu langsung meninggal dan yang lain luka-luka trus dibawa ke rumah sakit Paju,” imbuhnya.
Sebelumnya, truk usang ini telah empat kali pulang pergi mengirim 8.000 batu bata dari Desa Nglewan menuju Desa Balong. Saat perjalanan pulang yang terakhir itulah, truk yang melaju kencang oleng dan langsung terjun ke parit.
Untuk kepentingan penyelidikan, Asrofi langsung diamankan polisi ke unit laka lantas Polres Ponorogo. Sementara korban tewas dan selamat dari para kuli telah dievakuasi ke RSUD dr Harjono Ponorogo.
“Ya sopirnya langsung kita amankan ke Polres, untuk truknya masih dibiarkan di TKP, karena tidak mengganggu jalan,” terang seorang polisi unit laka lantas Polres Ponorogo.
(bdh/bdh)











































