Dua perangkat Desa Balung Anyar yang menjadi korban pengeroyokan yakni Besri warga Dusun Wedusan Kidul dan Sodikin warga Dusun Krajan Barat.
Informasi yang dihimpun kejadian bermula saat Sodikin melewati jalan di Dusun Krajan Barat, pagi tadi, tiba-tiba dihadang sekelompok massa. Massa langsung mengeroyok hingga mengalami luka bacok.
Ia menderita luka dan harus mendapatkan jahitan sepanjang 2 cm. Beruntung ia bisa melarikan diri meski motor Honda Beat bernomor polisi N 4881T AC miliknya rusak parah.
Berselang 10 menit pasca Sodikin dihajar, Besri melintas di jalan tersebut dengan motor Honda GL Max bernopol N 4140 F. Massa yang kalap juga berupaya menghadang dan menghajarnya. Namun ia berhasil melarikan diri. Sementara motornya dimasukkan ke dalam parit lalu dibakar.
Pengeroyokan dua perangkat desa ini diduga dilatarbelakangi ketidakpuasan hasil penghitungan Pilkades sehari sebelumnya. Sodikin dan Besri dituding sebagai pendukung calon kades incumbent, bernama Sholeh yang kembali menang. Pilkades di desa tersebut diikuti empat calon.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Asep Akbar Hikmana mengatakan bentrok antar warga sudah biasa terjadi di Kecamatan Lekok.
"Saya belum tahu pelakunya siapa. Kalau di Kecamatan Lekok, kejadian seperti ini kan sering terjadi. Jangan langsung dikaitkan dengan Pilkades," kata Asep.
Pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah saksi-saksi dan korban diperiksa. "Dugaan sementara motifnya balas dendam," tandas Asep.
(fat/fat)











































