Mayat Berbatik Pink di Bundaran Waru Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Berbatik Pink di Bundaran Waru Diduga Korban Pembunuhan

Reynita Carlina - detikNews
Kamis, 24 Okt 2013 21:49 WIB
Mayat Berbatik Pink di Bundaran Waru Diduga Korban Pembunuhan
Surabaya - Mayat pria berbatik pink yang ditemukan di Bundaran Waru tengah bulan Oktober lalu diduga adalah korban pembunuhan. Namun polisi belum berani menyimpulkan dan terus melakukan penyelidikan.

"Kalau dugaan iya ada dugaan dibunuh. Tapi kami masih belum berani berkesimpulan tentang hal tersebut. Saya juga belum dapat keterangan dari tim saya," ungkap Kompol Herlina saat dihubungi detikcom, Kamis (24/10/2013).

Kapolsek Gayungan itu mengatakan, timnya sampai saat ini masih terus berusaha menyelidiki tentang kasus penemuan mayat tersebut.

"Masih kami selidiki. Tim saya juga masih menyelidiki terus," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat pria yang bernama Nartono (46) asal Dusun Turi, Desa Krembangan, Tule, Trenggalek tersebut kondisinya mengenaskan saat ditemukan. Seluruh tubuhnya menghitam seperti gosong. Saat ditemukan, tubuh Nartono terlumuri oli yang sudah mengering.

Dari informasi yang dihimpun, indikasi jika Nartono menjadi korban pembunuhan dilihat dari luka di tubuhnya. Pada lehernya ditemukan bekas pukulan yang menyebabkan luka dalam. Pada paha kanan Nartono juga ditemukan luka sobek yang sudah menghitam karena resapan oli.

Nartono tidak dibunuh di Bundaran Waru tempat dia ditemukan. Bundaran Waru hanya menjadi tempat pembuangan saja. Nartono dibunuh di tempat lain yang polisi masih menyelidikinya. Setelah dibunuh, mayat Nartono dibiarkan sambil menunggu waktu yang tepat untuk membuang.

Saat menunggu itulah, mayat Nartono mulai mengeluarkan bau busuk. untuk menghilangkan bau busuk, pelaku merendamnya dengan oli sehingga bau busuk tak tercium. Selanjutnya mayat Nartono dibuang di Bundaran Waru dan ditemukan pada Rabu (16/10/2013). Rupanya melumuri mayat dengan oli cukup efektif karena saat ditemukan, mayat Nartono tidak berbau busuk.

Bundaran Waru adalah tempat yang kerap menjadi para waria mangkal. Dua waria yang 'menguasai' areal tempat mayat Nartono tak terlihat atau menghilang kira-kira 4-5 hari sebelum mayat Nartono ditemukan. Setelah adanya penemuan mayat, waria tersebut juga tak terlihat.

Diduga waria tersebut adalah pelaku pembunuhan. Apakah Nartono merupakan penyuka sesama jenis, hal itu belum dibuktikan. Tetapi diketahui Nartono sudah berpisah ranjang lama dengan istrinya.

(iwd/iwd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini