Ratusan siswa-siswi ini dikumpulkan menjadi satu di Gedung Wanita Jalan Kalibokor Selatan No 2 Surabaya. Mereka yang mendapat pengarahan adalah pengurus OSIS di sekolah masing-masing.
Mereka juga diarahkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas untuk teman-teman sebayanya di sekolah. Selain mendapat praktek berkendara yang aman dari polisi, mereka juga diberi gambaran tentang keselamatan nyawa mereka jika sedang di jalan.
"Mereka ini baru sadar kalau nyawanya sedang terancam kalau melanggar peraturan lalu lintas. Kami tadi sempat putarkan video tentang kecelakaan lalu lintas," kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono kepada wartawan, Kamis (24/10/2013).
Salah seorang siswi kelas X, Eka mengaku ia terpaksa membawa kendaran meski tak punya SIM. Lantaran, tak ada yang mengantarnya ke sekolah.
"Saya nggak ada yang ngantar ke sekolah, jadi ya harus bawa motor sendiri, naik bemo juga ragu-ragu," ungkapnya.
Menurut Raydian, para pelajar merepon dengan baik tentang program yang sedang dicanangkan tersebut. Pihaknya juga menyambut baik dan siap melayani sekolah yang ingin mengadakan pembuatan SIM secara kolektif.
"Dengan catatan siswa yang mengajukan permohonan SIM sudah cukup usia dan lulus ujian praktek maupun teori," pungkasnya.
(fat/fat)











































