"Dia terindikasi saat melintas alat deteksi. Saat melintas, lampu merah langsung menyala, yang menandakan jika suhu jamaah yang bersangkutan cukup tinggi," kata Fatkhul Arif kepada detikcom, Kamis (24/10/2013).
Usai terduga kuat sebagai suspect virus corona, humas Panitia Penyelenggara Debarkasi Surabaya langsung merujuk Tasmi'an ke RSU dr Soetomo untuk menjalani perawatan itensif.
"Lampu merah langsung menyala. Saat itu juga petugas kesehatan langsung mengambil tindakan dan membawanya ke ambulan untuk dirujuk ke RSU dr Soetomo. Saat dicek suhu tubuhnya cukup tinggi," imbuh Arif.
Selain Tasmi'an, kata dia, ada dua jamaah haji dari kloter 3 dan 5 diduga terindikasi, karena saat dicek suhu tubuhnya tinggi. Namun setelah diobservasi lebih lanjut petugas kesehatan, ternyata hanya mengalami flu biasa.
Arif menambahkan, seorang jamaah dari kloter 7 terpaksa juga tidak bisa ikut kembali ke Indonesia karena harus menjalani perawatan di Jeddah. "Dia bernama Ngaciran asal Bojonegoro. Dia tidak bisa kembali bersama rombongan kloternya karena mengalami muntah darah sehingga dirawat rumah sakit Jeddah," pungkas dia.
(ze/fat)










































