Sejak kasus pendirian pabrik baja di Trowulan diprotes warga karena dianggap merusak situs Majapahit, Mustofa sering menghindar dari wartawan. Pria asal Desa Tampungrejo Kecamatan Puri, Mojokerto ini meminta Satpol PP mengusir wartawan.
Puncaknya adalah saat Bupati menghadiri acara sambang desa di Desa Peterongan Kecamatan Bangsal. Saat ditunggu beberapa awak media yang hendak mengkonfirmasi kasus pabrik baja, Satpol PP terus menghalangi.
"Tolong bapak bupati sedang sibuk dan tak ingin bicara. Kalau tetap di sini terpaksa kalian harus pergi dari sini," kata seorang Satpol PP kepada wartawan di lokasi dengan nada tinggi, Selasa (22/10/2013).
Bahkan usai memberikan sambutan, bupati malah bergegas menuju mobil dinas saat mengetahui ada wartawan yang menantinya. "Ke Pak Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo) saja kalau wawancara," singkat bupati saat dicecar beberapa pertanyaan wartawan tentang pabrik baja, sembari bergegas menuju mobil.
Ironisnya, saat mengajukan beberapa pertanyaan ini, para wartawan dihalangi petugas Satpol PP dan protokoler. "Konfirmasi di kantor saja mas. Bapak ada agenda lain," kata salah seorang anggota Satpol PP.
Sikap kurang kooperatif Bupati Mojokerto ini terlihat saat dengar pendapat antara warga Trowulan dan PT MSB di kantornya sendiri, Rabu (16/10/2013). Pada acara penting itu, Bupati memilih tak hadir. Bupati juga menghindar saat BPPI datang menyerahkan petisi 'Save Trowulan'.
(fat/fat)










































